
Ciwidey, 30 April – Dalam upaya menumbuhkan rasa kemandirian, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap kearifan lokal, para siswa sukses melaksanakan kegiatan Live-In selama 3 hari 2 malam yang berlangsung pada 30 April hingga 2 Mei. Berlokasi di kawasan asri Desa Wisata Panundaan – Lebakmuncang, Ciwidey, Kabupaten Bandung, para siswa diajak untuk menyatu langsung dengan kehidupan masyarakat pedesaan.
Selama tiga hari, para siswa tinggal di rumah warga (homestay) dan membaur dengan orang tua asuh mereka, serta mengikuti serangkaian agenda edukatif dan budaya yang padat namun penuh kesan.
Hari Pertama: Sambutan Hangat Budaya Sunda dan Edukasi Seni (30 April)
Perjalanan dimulai sejak dini hari dengan berkumpul dan melakukan persiapan keberangkatan di Harmony Swalayan. Setelah menempuh perjalanan via Tol dan sempat beristirahat di Rest Area KM 57, rombongan akhirnya tiba di Desa Wisata Lebakmuncang dengan selamat.
Kedatangan para siswa disambut hangat oleh warga lokal melalui tarian Jaipongan yang megah dan penuh semangat. Acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi dari pihak pengelola Desa Wisata dan perwakilan rombongan sekolah, sebelum para siswa dibagikan lokasi homestay masing-masing untuk beristirahat sejenak.
Pada sore harinya, siswa mulai mengikuti rangkaian edukasi kelompok:
- Seni & Kerajinan Tangan: Siswa diajarkan membuat kerajinan tangan tradisional menggunakan bahan alam seperti janur dan daun, serta mempelajari kesenian lokal.
- Budidaya Lele: Mengenal teknik dasar peternakan dan budidaya ikan lele secara praktis.
Malam harinya, siswa berkesempatan mengelilingi lingkungan sekitar untuk mengunjungi homestay teman serta UMKM lokal. Kegiatan diakhiri dengan membantu orang tua asuh menyiapkan makan malam bersama, dilanjutkan acara internal, lalu istirahat malam sebagai persiapan summit/trekking dini hari.
Hari Kedua: Menyapa Fajar di Puncak Gunung, Petualangan Lumpur, hingga Pentas Seni (1 Mei)
Hari kedua menjadi puncak petualangan fisik dan edukasi alam para siswa:
- Summit & Sunrise: Sejak dini hari, siswa dibangunkan untuk persiapan summit menaiki area perbukitan/gunung di kawasan Ciwidey. Di atas puncak, siswa menikmati keindahan alam sembari menyantap makan pagi bersama sebelum kembali turun.
- Kuliner & Permainan Tradisional: Siswa diajak belajar membuat makanan tradisional khas Sunda dan memainkan berbagai permainan rakyat yang sarat akan nilai kebersamaan.
- Edukasi Pertanian & Agrowisata:
- Petik Strawberry: Memetik buah segar langsung dari kebunnya.
- Bola Lumpur & Ngagogo Ikan: Salah satu momen paling seru di mana siswa masuk ke kolam lumpur untuk menangkap ikan (ngagogo) dengan tangan kosong.
- Malam Keakraban & Pentas Seni: Setelah lelah beraktivitas seharian dan membantu orang tua asuh menyiapkan makan malam, seluruh siswa dan warga berkumpul di Aula Desa untuk menggelar Pentas Seni (Pensi). Gelak tawa, pertunjukan bakat, dan rasa kekeluargaan begitu terasa hangat menutup malam kedua.
Hari Ketiga: Perpisahan yang Penuh Haru dan Perjalanan Pulang (2 Mei)
Di hari terakhir, para siswa bangun pagi dan ikut membantu rutinitas atau pekerjaan harian orang tua asuh mereka di rumah maupun di ladang. Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga tentang arti kerja keras dan rasa bersyukur.
Setelah makan pagi bersama, siswa melakukan packing barang bawaan dan berpamitan kepada orang tua asuh. Suasana haru mewarnai pelepasan siswa dari Desa Wisata Lebakmuncang.
Sebelum kembali ke kota, rombongan menyempatkan diri singgah di pusat oleh-oleh khas Bandung untuk membeli buah tangan bagi keluarga di rumah. Perjalanan pulang berjalan dengan lancar dan penuh kenangan manis.
Kesan dan Harapan
Melalui kegiatan Live-In ini, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan penyegaran dari rutinitas akademik, tetapi juga memetik nilai-nilai kehidupan yang berharga: kesederhanaan, gotong royong, rasa hormat terhadap kebudayaan daerah, serta pentingnya menjaga kelestarian alam.
Sampai jumpa di petualangan dan kegiatan edukatif berikut!
by sania wiansyach